jarum888
LIVEJarum jahit sebaiknya dipilih dengan melihat bahan dan pekerjaan yang akan dilakukan, bukan dari nomornya saja. Untuk bahan woven, sumber membedakan sharp point; untuk bahan kaos, ballpoint; sedangkan cutting point digunakan untuk kulit. Round point digunakan untuk garment dan mencakup sharp point serta ballpoint tersebut.[1]
Mencocokkan ujung jarum dengan bahan
Pembagian ujung jarum memberi titik awal untuk menimbang pilihan: bahan woven mengarah ke sharp point (RS/R), bahan kaos ke ballpoint (RG/FFG/FG), dan kulit ke cutting point.[1] Kategori ini membantu membedakan kebutuhan bahan, tetapi tidak menjelaskan nomor ukuran tertentu untuk tiap kain.
Bedakan jarum tangan dan jarum mesin
Jarum serbaguna untuk jahit tangan memiliki ujung tajam, mata bundar, dan panjang sedang. Jarum wol atau bordir serupa, tetapi bermata lebih panjang agar beberapa helai benang atau benang sulam dari wol lebih mudah dimasukkan. Pada jarum mesin jahit, mata berada sebelum ujung yang runcing.[1]
Nama yang mirip tidak selalu menunjuk hal yang sama. "Jarum sharp" dapat merujuk pada jarum tangan serbaguna, sedangkan sharp point juga muncul sebagai kategori ujung untuk bahan woven.[1] Karena itu, perhatikan apakah yang sedang dipilih adalah jarum tangan atau jarum mesin, lalu cocokkan jenis ujungnya dengan bahan.
Pekerjaan khusus memerlukan jenis jarum tersendiri
- Jarum mesin obras lebih pendek daripada jarum mesin jahit biasa. Mesin obras menggunakan tiga jarum sekaligus; jenis yang disebutkan meliputi DCx1, DCx27, dan B27.[1]
- Jarum kembar memiliki dua mata dalam satu batang dan digunakan untuk jahitan aplikasi atau kelim tiras kain.[1]
- Jarum tapestri bermata besar dan berujung tumpul. Jarum ini digunakan untuk membordir; ujung tumpulnya memungkinkan jarum menembus bahan tanpa merusaknya.[1]
- Jarum mesin jahit industri berbentuk silinder seluruhnya dan tidak memiliki bagian pipih seperti jarum mesin jahit manual.[1]
Nomor kecil justru menandakan jarum lebih besar
Ukuran jarum dinyatakan dengan nomor pada kotak atau kemasan, dan menurut konvensi, makin kecil nomornya, makin besar ukuran jarum. Sebagai perbandingan, jarum nomor 1 lebih panjang dan berdiameter jauh lebih besar daripada jarum nomor 10.[1] Jadi, jangan menganggap nomor yang lebih kecil berarti jarumnya lebih halus.
Urutan pertimbangannya bisa dimulai dari bahan, dilanjutkan dengan pekerjaan dan jenis alat—jahit tangan, mesin, obras, atau bordir—baru kemudian ukuran. Dengan begitu, nomor jarum dibaca sebagai petunjuk ukuran, sementara jenis ujung dan bentuknya membantu membedakan kebutuhan jahitan.[1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Jarum jahit. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29968113&title=Jarum_jahit (diakses 2026-10-02).